REVIEW BIOLOGI SEL

Sampaikan pertanyaan dan komentar anda terkait kesimpulan yang dapat diambil dari hasil presentasi kuliah Biologi Sel..,

8 Comments

KULIAH TAMBAHAN BIOLOGI SEL KELAS D

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Selamat datang di kuliah tambahan Biologi Sel ……..!!!

Berikut ini ada beberapa pernyataan dan pertanyaan tentang seputar sel yang berperan di bidang kesehatan/kefarmasian. Berikan komentar dan argumentasi anda serta diskusikan dengan temannya yang lain. Bila perlu berikan contoh-contoh untuk mendukung argumentasi anda.

Sebelum anda menyampaikan komentar, perhatikan penjelasan di bawah ini:

- Pertama anda bisa menyampaikan komentar dan diskusi melalui klasiber uii lewat media chating, setiap mahasiswa yang aktif berdiskusi dan memberikan tanggapan mendapat nilai tambahan

-Kedua, anda bisa menyampaiakan komentar dan diskusi melalui blog dengan alamat http://www.hadyherbs.wordpress.com dengan memberikan tanggapan dan diskusi anda melalui media coment. Cukup tuliskan nama lengkap atau no mahasiswa anda sebagai user id nya. Setiap coment akan memperoleh nilai tambahan.

Materi Diskusi :

  1. Apakah Semua sel dalam tubuh kita mengandung kromosom?
  2. Reproduksi sel berbeda-beda tergantung jenis sel tersebut
  3. Sel-sel yang terdapat pada tubuh manusia memiliki umur yang berbeda-beda
  4. Sel-sel tubuh mampu melakukan proses bunuh diri, uraikan kaitannya dengan sel kanker

nb: Anda dianggap hadir kuliah apabila anda aktif pada jam 19.30-22.30. Untuk yang masih ingin melanjutkan komentar, diskusi dan tanggapan saya berikan waktu sampai jam 06.00 wib.

Selamat berdiskusi….,

Wassalamu’alaikum wr.wb

685 Comments

KULIAH TAMBAHAN BIOLOGI SEL C

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Selamat datang di kuliah tambahan Biologi Sel ……..!!!

Berikut ini ada beberapa pernyataan dan pertanyaan tentang seputar sel yang berperan di bidang kesehatan/kefarmasian. Berikan komentar dan argumentasi anda serta diskusikan dengan temannya yang lain. Bila perlu berikan contoh-contoh untuk mendukung argumentasi anda.

  1. Apakah Semua sel dalam tubuh kita mengandung kromosom?
  2. Sel bakteri dalam tubuh lebih banyak dibandingkan dengan sel-sel tubuh itu sendiri
  3. Sel-sel yang terdapat pada tubuh manusia memiliki umur yang berbeda-beda
  4. Sel-sel tubuh mampu melakukan proses bunuh diri, uraikan kaitannya dengan sel kanker

Materi ini juga bisa anda bahas di klasiber uii, Selamat berdiskusi..,

Wassalamu’alaikum wr.wb

 

 

488 Comments

KULIAH TAMBAHAN BIOLOGI SEL KELAS A

Assalamu’alaikum Wr.wb

 

Mohon maaf sebelumnya atas keterlambatan, ada hal yang diluar kendali sehingga perkuliahan dimulai jam 20.30, mudahan tidak mengurangi semangat dan motivasi..,

 

Ada beberapa hal yang terakait dengan sel akan diuraikan di bawah ini, tolong dikomentari dan didiskusikan :

 

  1. Semua sel dalam tubuh kita mengandung kromosom
  2. Sel bakteri dalam tubuh lebih banyak dibandingkan dengan sel-sel tubuh itu sendiri
  3. Reproduksi sel berbeda-beda tergantung jenis sel tersebut
  4. Sel-sel yang terdapat pada tubuh manusia memiliki umur yang berbeda-beda
  5. Sel-sel tubuh mampu melakukan proses bunuh diri

 

Tidak semua pernyataan di atas benar adanya, berikan tanggapan dan komentar anda tentang pernyataan di atas, bila perlu berikan contoh-contoh untuk memperkuat argumentasi anda.

 

Wassalamu’alaikum wr.wb

392 Comments

KULIAH TAMBAHAN BIOLOGI SEL

JADWAL KULIAH ONLINE

KELAS D

HARI/TANGGAL : JUM’AT 18 JANUARI 2013

JAM : 19.30 – 21.30 wib

ExtraTime : sampai jam 06.00 wib

KELAS A

HARI/TANGGAL : SELASA 15 JANUARI 2013

JAM : 19.30 – 21.30 wib

ExtraTime : sampai jam 06.00 wib

KELAS C 

HARI/TANGGAL : RABU 16 JANUARI 2013

JAM : 19.30 – 21.30 wib

ExtraTime : sampai jam 06.00 wib

89 Comments

Piperin dari Buah Lada

 

PENDAHULUAN

Lada atau merica adalah rempah-rempah berwujud bijian yang dihasilkan tanaman Piper nigrum L. Lada sangat penting dalam komponen masakan dunia dan dikenal luas sebagai komoditi perdagangan penting di dunia. Piperin merupakan suatu senyawa yang sangat bermanfaat dalam kesehatan. Piperin banyak ditemukan pada simplisia yang termasuk dalam keluarga piperaceae ,yaitu pada piperis nigrii fructus, piperis albi fructus, piperis retrofracti fructus, dll. Tanaman yang termasuk dalam keluarga piperaceae sangat banyak ditemukan hampir seluruh dataran rendah di Indonesia, karena tanaman ini tidak tahan dengan genangan air. Piperis nigri sangatlah mudah ditemukan di seluruh daerah di Indonesia dengan harga yang relative rendah. Pada umumnya kandungan piperin dalam piperis nigri sebanyak 1,7- 7,4%(1).

Lada mengandung minyak atsiri, pinena, kariofilena, lionena, filandrena alkaloid piperina, kavisina, piperitina, piperidina, zat pahit dan minyak lemak. Rasa pedas disebabkan oleh resin yang disebut kavisin. Kandungan piperine dapat merangsang cairan lambung dan air ludah. Selain itu lada bersifat pedas, menghangatkan dan melancarkan peredaran darah(1).

Oleh karena itu dalam pembahasan kali ini kami membahas piperin dari buah lada.

  1. A.   Klasifikasi ilmiah

Kerajaan          : Plantae

Divisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliophyta

Ordo                : Piperales

Famili              : Piperaceae

Genus             : Piper

Spesies           : P. nigrum

Nama binominal          : Piper nigrum L (2).

Piper P. nigrum (lada) menghasilkan lada hitam dan lada putih. Lada hitam yaitu buah lada yang belum masak dikeringkan bersama kulitnya hingga kulit keriput dan berwarna hitam. Lada putih yang berasal dari buah lada yang masak yang setelah diberssihkan dari kulitnya lalu dikeringkan, hingga berwarna putih(3).

Gambar 1.  Buah lada putih dan hitam

B.   Ciri-ciri tanaman

Tumbuh tumbuhan berkayu sering kali memanjat dengan menggunakan akar pelekat, dengan batang dengan berkas pengangkutan penampang melintang tampak tersebar dan tersusun dalam beberapa lingkaran(3,4).

Daun daun tunggal yang tersebar dengan atau tanpa daun penumpu(3,4).

Bunga tersusun dalam bunga majemuk yang disebut dengan bunga lada. Masing masing kecil tanpa hiasan bunga, berkelamin tunggal. Biasanya muncul pada saat musim hujan(4).

Buahnya buah batu atau buah buni, berbentuk bulat berbiji keras dan berkulit lunak(3,4).

 

Gambar 2. Gambar tanaman lada

C.   Sifat

            Lada memiliki rasa pedas, berbau khas dan aromatik(5). Rasa pedas dari buah lada hitam, 90-95% disebabkan oleh adanya komponen trans-piperin yang ada dalam buah kering kadarnya 2-5% dan terdiri atas senyawa asam amida piperin dan asam piperinat. Rasa pedas piperin masih ada walaupun diencerkan 1:200000. Rasa pedas juga disebabkan oleh adanya kavisin yang merupakan isomer basa piperin. Kandungan lain yang menghasilkan bau aromatic adalah minyak atsiri dengaan kadar 1-2.5% yang mengandung piperonal, eugenol, safrol, metil eugenol, dan miristissin. Lada hitam juga mengandung monoterpen dan seskuiterpen(6).

D.   Khasiat dan Kegunaan

Penggunaan, lada digunakan sebagai stomakik, karminatif, dan bumbu masak(6).

Efek farmakologis lada diantara lain:

  • Kamfena merangsang timbulnya kejang.
  • Boron meluruhkan haid, merangsang keluarnya hormone androgen dan estrogen.
  • Mencegah pengeroposan tulang, menghambat prostaglandin, relaksasi otot, menghilangkan kelelahan
  • Merangsang semangat, calamine dan chavicine
  • Merangsang syaraf pusat calamine(5).

E. SENYAWA AKTIF PIPERIN

Struktur Piperin

 

Gambar 3. Struktur senyawa piperin

 

Sifat senyawa

Senyawa amida (piperin) berupa kristal berbentuk jarum, berwarna kuning, tidak berbau, tidak berasa, lama-kelamaan pedas(8,9). Larut dalam etanol, asam cuka, benzen, dan kloroform(8). Senyawa ini termasuk senyawa alkaloid golongan piridin(2).

 

Khasiat dan kegunaan

Piperin mempunyai daya hambat enzim prostaglandin sintase sehingga bersifat antiflogistik(5). Piperin juga berkhasiat sebagai antioksidan, antidiare, insektisida(9). Sebagai antiiflamasi, parfum, Antinociceptive(10).

 

Cara ekstraksi

Ekstraksi

Metode ekstraksi dipilih berdasarkan faktor seperti sifat bahan mentah obat  dan daya penyesuaian dengan tiap macam metode ekstraksi dan kepentingan dalam memperoleh ekstrak yang sempurna atau mendekati sempurna dari obat. Sifat bahan mentah obat merupakan faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam memilih metode ekstraksi(11).

Dapat digunakan alat soxhlet, yang merupakan alat yang digunakan untuk memisahkan suatu zat dalam suatu padatan menggunakan suatu pelarut yang sesuai(12). Prinsip alat soxlet yaitu pemanasan, pendinginan uap, pembasahan simplisia dan pelarutan simplisia, dengan kata lain merupakan ekstraksi berkesinambungan menggunakan alat soxlet dengan pelarut sesuai yang selalu baru sehingga terjadi ekstraksi kontinyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik.

 

Cara isolasi

Karakter dasar berbagai alkaloid digunakan untuk mengisolasinya. Alkaloid diambil ke dalam larutan asam berair (umumnya asam hidroklorida, sitrat, atau tartarat) dan komponen netral atau bersifat asam dari campuran asal dipisahkan dengan ekstraksi pelarut. Setelah larutan berair dibasakan, maka alkaloid diperoleh dengan ekstraksi ke dalam pelarut yang sesuai(12).

 

Gambar 4. Skema isolasi senyawa alkaloid

 

Pemurnian

Dapat digunakan dengan metode kristalisasi langsung (rekristalisasi) yang merupakan prosedur paling sederhana. Beberapa kombinasi pelarut yang sering digunakan untuk kristalisasi alkaloid meliputi metanol, etanol berair, metanol-kloroform, metanol-eter, metanol-aseton, dan etanol-aseton(12).

Rekristalisasi bertujuan untuk Isolasi dan identifikasi senyawa alkaloid piperin dari buah lada serta melakukan analisis kualitatif piperin dalam sampel hasil isolasi. Rekristalisasi merupakan suatu teknik pemisahan atau pemurnian suatu zat dari suatu pencemar dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dengan pelarut yang sesuai. Metode rekristalisasi menggunakan prinsip perbedaan kelarutan antara  pencemar dengan zat yang akan diambil.

 

 DAFTAR PUSTAKA

  1. Septiatin, Eatin, 2008, Apotek Hidup dari Rempah-Rempah, Tanaman Hias, dan Tanaman Liar, CV. Yrama Widya, Bandung, (60,61,62).
  2. Anonim, 2011, Piperin, available at: http://en.wikipedia.org/wiki/Piperine,(diakses 3 November 2011).
  3. Gembong Tjitrosoepomo, 2000, Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta), UGM Press, Yogyakarta, (119).
  4. Sutarno DRS, Agung Andoko, Budidaya Lada si Raja Rempah-Rempah, Agramedia Pustaka, Depok.
  5. Hariana, Arief, H, DRS, 2007, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, Penebar Swadaya, Depok (73).
  6. Wiryowidagdo, Sumaali, Prof, 2007, Kimia dan Farmakologi Bahan Alam, Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
  7. Anonim, 2010, Isolation Spectroscopic Characterization and Computationalmodeling of Chemical Constituents of Piper Longum Natural Product p. Mishra, Department of Chemistry University of Delhi, New Delhi.
  8. Amaliana, Lia, Nur, 2008, Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol 70 % Buah MericaHitam (Piper Nigrum L.) Terhadap Sel Hela, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
  9. Namara, Fergal, M, et all, 2005, Effects of Piperine, the Pungent Tomponent of Black Pepper, at the Human Vanilloid Receptor (TRPV1), British Journal of Pharmacology 144, 781–790.
  10. Jun Soo Bang, et all, Anti-Inflammatory and Antiarthritic Effects of Piperine in Human Interleukin 1β-Stimulated Fibroblast-Like Synoviocytes and in Rat Arthritis Models.
  11. Howard, Ansel, C, 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, UI Press, Jakarta.
  12. Sastrohamidjojo, Hardjono, 1996, SumberBahan Alam, UGM Press, Yogyakarta.

 

MAKALAH INI DIPRESENTASIKAN OLEH :

Citra Reswara Gantiaji, Faridha Ulfa, Maya Dewi Rahayu, Umi Farihah, Novia Gestarini P, Chalida Jannah, Rizsanti Meirina Satar, Muhammad Adam.

4 Comments

Ginkgolida dari Ginkgo biloba

PENDAHULUAN

Suplemen ginkgo diekstrak dari tanaman berbentuk pohon, yang tingginya bisa mencapai 25 m. Namanya Ginkgo biloba. Tanaman ini asli dari daratan Tiongkok dan konon sudah ada sejak zaman prasejarah, 300 ribu tahun silam. Dibandingkan dengan tanaman berbentuk pohon lainnya, tanaman ginkgo tergolong berumur sangat panjang. Bisa sampai ratusan tahun. Sehingga sering dimitoskan sebagai tanaman untuk panjang usia.

Sebagai bahan obat alami, ginkgo bukanlah barang baru. Karena penduduk kuno Tiongkok telah memanfaatkan daun dan buahnya sejak 5.000 tahun lalu. Terutama untuk mengobati penyakit jantung dan penyakit yang berkaitan dengan paru-paru, seperti asma maupun bronkhitis. Mereka pun menggunakannya sebagai minuman tonikum penyegar tubuh, setelah sarinya disaring.Kini sari ginkgo telah ditawarkan berupa ekstrak, baik dalam bentuk pil, kapsul, maupun cairan pekat (tincture). Setiap butir pil atau kapsul mengandung 40 mg ekstrak ginkgo, yang menyimpan 24 persen senyawa ginkgo flavoglikosida alias ginkgolida. Zat inilah yang diunggulkan sebagai senyawa alami berkhasiat obat(8).

Ginkgo mengandung vitamin C dan senyawa antioksidan flavonoid, yakni ginkgolida. Para peneliti memastikan senyawa inilah yang berperan penting memperlebar sistem pembuluh paling kecil, yakni mikrokapiler, sehingga meningkatkan fungsi organ vital, terutama otak. Karena itu, ginkgo paling efektif jika dimanfaatkan untuk meningkatkan ketajaman mental. Hanya saja, manfaat ini lebih terasa pada orang dewasa, terutama yang sudah memasuki usia 40 tahun, dan bukan bagi anak-anak. Bagaimana latar belakangnya sehingga ektrak ginkgo kurang efektif bagi anak-anak, tak disebutkan. Dengan produksi ATP yang melejit, jaringan elektrik tubuh dipacu keaktifannya. Maka dari itu, ginkgo dikatakan mampu membuat nafsu seks. Tambahan lagi, dengan aktivitasnya melonggarkan pembuluh darah, organ seks memperoleh pasokan energi lebih lancar. Dalam hal mencegah ketuaan, ekstrak ginkgo termasuk bahan alami yang bisa dijagokan. Menurut hasil penelitian, keaktifannya menghadang radikal bebas yang merusakkan sel jauh lebih kuat daripada jambu biji, anggur, apel, maupun jeruk. Karena dibandingkan buah-buahan tersebut, kandungan zat aktif flavonoidnya sepuluh kali lipat. Selain mencegah laju ketuaan kulit, ginkgo pun mampu mereparasi kembali kerut ketuaan dini.
Sekalipun ginkgo merupakan bahan alami, bukan berarti kita bisa meminumnya secara bebas. Bagaimanapun overdosis tetap berakibat buruk bagi tubuh. Sejumlah penelitian menyebutkan konsumsi ekstrak ginkgo berlebihan mengakibatkan diare, mual, dan muntah. Kalau hal ini terjadi, suplementasi ginkgo tidak perlu dihentikan sama sekali, tapi cukup dengan dikurangi dosisnya hingga dosis terkecil(8).

GINKGO menarik perhatian para pakar karena kemampuannya memperbaiki peredaran darah cerebral dan juga aliran darah di berbagai bagian tubuh. Studi tentang efektivitas ginkgo bagi kesehatan telah banyak dilakukan. Ginkgo berdampak positif bagi penderita dementia (kepikunan), baik karena sirkulasi darah yang memburuk atau karena tanda-tanda awal penyakit Alzheimer. GINKGO diketahui mengandung substansi unik yang disebut ginkgolida. Molekul-molekul ginkgolida dapat memblokir kerja platelet activating factor (PAF), jadi ginkgo bersifat antagonis PAF. PAF adalah pembawa pesan kimiawi yang menyebabkan inflamasi, pengerutan pembuluh darah, penggumpalan darah, dan akhirnya gangguan fungsi cerebral yang memunculkan dementia. Mekanisme PAF sebagai penyebab terjadinya pembekuan darah dan inflamasi dapat diterangkan sebagai berikut. PAF merangsang konversi fosfolipid menjadi asam arakhidonat, yang kemudian dimetabolisasikan ke prostaglandin dan leukotrienes. Akhirnya prostaglandin dan leukotrienes inilah yang sering diasosiasikan dengan munculnya penggumpalan darah dan inflamasi. Ginkgolida dapat menurunkan agregasi platelet, reaksi alergi, dan inflamasi(9).

Gangguan fungsi otak pada manula sering kali muncul akibat proses oksidasi yang menimbulkan kerusakan. Ginkgo dapat mencegah oksidasi karena sifatnya sebagai antioksidan. Meski ginkgo efektif bagi peningkatan sirkulasi darah pada manula, sebenarnya ginkgo dapat pula memperbaiki fungsi mental pada orang-orang yang lebih muda. Fungsi mental yang dimaksud di sini khususnya menyangkut aspek memori dan keterjagaan (alertness)(9).

Gambar 1.  Ginkgo biloba

Klasifikasi Ilmiah 

Kingdom                       : Plantae

Divisi                            : Ginkgophyta

Kelas                            : Ginkgoopsida

Ordo                             : Ginkgoales

Famili                           : Ginkgoaceae

Genus                           : Ginkgo

Spesies                                    : Ginkgo biloba L.

Nama Umum                 : Ginkgo biloba

Nama Lain                     : Pohon maidenhair, Arbol de los ascudos. Dalam pengobatan tradisional cina, bijinya dikenal sebagai bai guo atau yin xing(1).

Habitat                          : Tanaman ini banyak ditemukan di daerah yang beriklim sedang(3).

Distribusi                      : Merupakan tanaman asli China tetapi catatan fosil menunjukkan keberadaannya di Amerika Utara sekitar 7-24 juta tahun yang lalu. Hal ini disebabkan budidaya Para Rahib Budha. Tanaman ini dibudidayakan di daerah berilim sedang dan tahan terhadap parasit dan stressor lingkungan lainnya(1).

Ciri-ciri                          : Daun dari tanaman Ginkgo biloba L. ini berbentuk kipas, tumbuh dari ujung batang atau cabang. Tanaman ini tidak berbunga dan tidak berbuah karena merupakan tanaman biji terbuka(3).

Senyawa aktif                : Glikosida flavonoid, diterpenes (termasuk senyawa terpene yang disebut ginkgolides), bioflavones, quercitin, isorhamnetine kaempferol, proanthocyanidins, sitosterols, lakton, antosianin(2).

Fungsi                          : Ginkgo dianggap sebagai ramuan yang hebat karena memiliki banyak manfaat dalam aplikasi pengobatan. Kemampuan Ginkgo untuk meningkatkan oksigen ke jaringan hidup dengan meningkatkan aliran darah membuat Ginkgo penting untuk sejumlah gangguan termasuk masalah jantung, stroke, dan kepikunan geriatri. Secara tradisional, orang Cina telah menggunakan ginkgo untuk mengobati bronkial, asma dan paru. Baru-baru ini, penelitian telah menunjukkan bahwa senyawa tertentu yang terkandung dalam ginkgo telah terbukti efektif melebarkan arteri, vena dan kapiler, yang mengakibatkan peningkatan aliran darah perifer. Hal ini bermanfaat terhadap sirkulasi darah ke otak. Karena efektif meningkatkan aliran darah otak, ginkgo mungkin memiliki potensi penting untuk mengobati kepikunan, kehilangan memori jangka pendek, tinitus (dering di telinga) dan jenis-jenis penyakit pembuluh darah lainnya. Ginkgo telah digunakan untuk penyakit Raynaud, klaudikasio tenda berhenti sebentar, mati rasa, vertigo dan impotensi. Selain itu juga, Ginkgo dapat berfungsi sebagai antioksidan yang sangat baik, karena kandungan bioflavonoid nya. Ginkgo juga berpartisipasi dalam regulasi enzim dan melindungi pembuluh darah terhadap plak dan kerusakan hati(2).

Gambar 2. Struktur Gingkolida dari Ginkgo biloba

 

Sifat                             : Relatif semipolar dan nonpolar. Kurang volatile(2).

Golongan                      : ginggolida merupakan golongan diterpenoid yang terdapat dalam tanaman ginkgo biloba(2).

 Gambar 3. Bisosintesis Senyawa Diterpenoid

Khasiat dan Kegunaan

Molekul-molekul ginkgolida dapat memblokir kerja platelet activating factor (PAF), jadi ginkgo bersifat antagonis PAF. PAF adalah pembawa pesan kimiawi yang menyebabkan inflamasi, pengerutan pembuluh darah, penggumpalan darah, dan akhirnya gangguan fungsi cerebral yang memunculkan dementia. Mekanisme PAF sebagai penyebab terjadinya pembekuan darah dan inflamasi dapat diterangkan sebagai berikut. PAF merangsang konversi fosfolipid menjadi asam arakhidonat, yang kemudian dimetabolisasikan ke prostaglandin dan leukotrienes. Akhirnya prostaglandin dan leukotrienes inilah yang sering diasosiasikan dengan munculnya penggumpalan darah dan inflamasi. Ginkgolida dapat menurunkan agregasi platelet, reaksi alergi, dan inflamasi(4).

Metode Isolasi

Untuk melakukan isolasi yang harus diketahui adalah sifat dari senyawa target tersebut seperti kelarutan, sifat asam-basa, stabilitas, ukuran, dll. Disini sifat ginggolida relative semi polar atau non polar dan votalitasnya rendah bahkan tidak volatile. Selain itu bagian yang kita gunakan misalnya daun, akar, batang, kulit, dll. Dalam penetapan metode pemisahan umum, tidak ada metode isolasi yang benar, oleh karena itu disini kami menyajikan 2 alternatif metode.

Alternatif 1

Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun ginkgo biloba yang dikeringkan kemudian diblender sampai berbentuk serbuk. Bahan kimia yang digunakan dalam penelitian terdiri dari metanol (p.a), asam asetat anhidrida (p.a), H2SO4 pekat, kloroform (p.a), nheksana (p.a), benzena (p.a), KOH 10%, kalsium klorida anhidrat, HCl 4 M, kalium bromida, silika GF254, silika G60, akuades(6).

Peralatan

Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : neraca analitik, blender, labu erlenmeyer, penguap putar vakum, pipet ukur, labu ukur, corong pisah, botol reagen, kertas saring, seperangkat alat gelas, seperangkat alat kromatografi lapis tipis, kromatografi kolom, kromatografi gas-spektroskopi massa, refluks, sokhlet dan lampu ultra violet 254 nm dan 366 nm(6).

Cara Kerja

Ekstraksi senyawa terpenoid dilakukan dengan dua cara yaitu :

1. Sokletasi

Seberat 1000 g serbuk kering daun ginkgo biloba disokletasi dengan 5 L pelarut n – heksana. Ekstrak n-heksana dipekatkan lalu disabunkan dalam 50 mL KOH 10%(6).

2. Maserasi

Seberat 1000 g serbuk kering daun ginkgo biloba dimaserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol dipekatkan lalu dihidrolisis dalam 100 mL HCl 4 M. Hasil hidrolisis diekstraksi dengan 5 x 50 mL n – heksana. Ekstrak n-heksana dipekatkan lalu disabunkan dalam 10 mL KOH 10%(6).

Sistem Kromatografi

1.         Kromatografi kolom dengan fase diam silica gel60 dan fase gerak kloroform : methanol (3:7) digunakan untuk pemisahan senyawa pada ekstrak sehingga diperoleh fraksi-fraksi(6).

2.         Kromatografi lapis tipis digunakan untuk melakukan pemurnian terhadap fraksi-fraksi tersebut(6).

3.         Kromatografi gas-spektroskopi massa yang digunakan untuk mengidentifikasi isolat yang relatif murni yang sebelumnya dilakukan derivatisasi dahulu untuk meningkatkan votalitas dan stabilitas dari senyawa tersebut(6).

Alternatif 2

Reagen

HPLC menggunakan reagen methanol, aseton, benzyl alcohol dan etanol, pereaksi asam asetat, petroleum eter dan arang aktif murni. Kemurnian dari ginkgolides diperiksa oleh RP-HPLC dan 400 MHZ 1H-spektroskopi NMR(7).

Meterial Tumbuhan

Daun gingko biloba yang disimpan dalam wadah yang tertutup cahaya matahari selama sebelum digunakan(7).

Sistem Kromatografi

Sistem HPLC yang terdiri dari 510 pompa dilengkapi dengan detektor UV 486 nm. Menggunakan system reversed-phase yang terdiri dari µ-Bondapack ODS (C18) column (10 mm, 300×3.9 mm). Fase gerak menggunakan campuran air:methanol (67:33 v / v) dengan pompa yang laju alirannya 1,0 ml / menit. Detektor ditetapkan 220 nm(7).

Persiapan Sampel

ekstrak daun Ginkgo dibuat menurut metode KLT. Bubuk kering daun (30g) diekstraksi dengan air mendidih (100 ml) selama 20 menit, dan campuran pertama melewati filter 1 Whatman No kertas dan kemudian celit. Arang kemudian diaktifkan (10 g) ditambahkan ke filtrat dan campuran diaduk selama 12 jam pada suhu kamar semalam. Campuran disentrifugasi (700g, 15 menit), solusi supernatan dibuang dan arang aktif itu resuspended dalam 20 ml aseton. Setelah penyaringan melalui kertas filter, pelarut diuapkan sampai kering dan residu dilarutkan dalam metanol 3 ml dan 5 ml dari larutan yang dihasilkan disuntikkan ke dalam sistem chro-matographic(7).

Larutan Standar

Dua miligram larutan standar ginkgolida dilarutkan dalam 5ml metanol. kemudian disuntikkan ke dalam sistem HPLC sebagai standar internal(7).

 

Daftar Pustaka

(I)  Wynn, Susan G., & Fougere, Barbara J., 2007, Veterinary Herbal Medicine, University Of Georgia, Athens, Georgia, 309, 562-564

(2)  Anonim, 1996, GINKGO BILOBA The Extraordinary Herb that Boosts Circulation and Enhances Brain Funct ion, Woodland Publishing, Pleasant Grove, UT

(3)  Anonim,2009, Ginkgo biloba, available at http://mylifechoice.wordpress.com/2011/08/13/ginkgo-biloba-l/ (Diakses tanggal 17 November 2011)

(4)  Khomsan, Ali,2009, Rahasia Sehat dengan Makanan Berkhasiat, PT Kompas Media Nusantara, Jakarta, 244-246

(5)  Anonim, 2007, Biosintesis Diterpen, available at http://www.enzyme-database.org/reaction/terp/diterp.html (Diakses tanggal 26 November 2011)

(6)  Gunawan, I W. G., dkk., 2008, Isolasi dan Identifikasi Senyawa Terpenoid yang aktif antibakteri pada Herba Meniran (Phyllanthus niruri Linn), Jurnal Kimia 2 : 31-39, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana, Bukit Jimbaran

(7)  Amanlou, M., Mesgarfour, Bita, dkk., 2008, Determination of Ginkgolides A and B Ginkgo Biloba Leaves by HPLC using Activated Charcoal, Department of Medicinal Chemistry, Faculty of Pharmacy, Tehran University of Medical sciences, Tehran, Iran

(8)  Jhony, 2009, Khasiat Ginkgo Biloba, www.indowebster.web.id (diakses: 15 November 2011)

(9)  Khomsan, Ali, 2003, Substansi Antagonis PAF dalam Ginkgo Biloba, Wacana Ekonomi, Kompas, Jakarta (16 Desember 2003)

 

 

MAKALAH DIPRESENTASIKAN OLEH :

Tiara Intan TP, Hanum Elsara, Lisna Jupita, Frida Kavila R, Adestria Resti, Rosmaya Julita, SeptI WulandarI, Indina Tarziah, Nurma Velayati A     

8 Comments

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.