HEPATITIS

Pendahuluan

Hepatitis berarti radang hati. “Hepa” berarti kaitan dengan hati, sementara “itis” berarti radang (seperti di atritis, dermatitis, dan pankreatitis). Radang hati hepatitis  mempunyai beberapa penyebab, yaitu :

  • Racun dan zat kimia seperti alkohol berlebihan
  • Penyakit yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat dalam tubuh, yang disebut sebagai penyakit autoimun
  • Mikroorganisme, termasuk virus.

HAV, HBV, dan HCV menyerang sel hati  atau hepatosit  yang menjadi tempat yang bersahabat bagi virus untuk berkembang biak. Sebagai reaksi terhadap infeksi, sistem kekebalan tubuh memberikan perlawanan dan menyebabkan peradangan hati (hepatitis). Bila hepatitisnya akut (yang dapat terjadi dengan HAV dan HBV) atau menjadi kronis (yang dapat terjadi dengan HBV dan HCV) maka dapat bekembang menjadi jaringan parut di hati, sebuah kondisi yang disebut fibrosis.

Lambat laun, semakin banyak jaringan hati diganti dengan jaringan parut seperti bekas luka, yang dapat menghalangi aliran darah yang normal melalui hati dan sangat mempengaruhi bentuk dan kemampuannya untuk berfungsi semestinya. Ini disebut sebagai sirosis. Bila hati rusak berat, mengakibatkan bendungan di limpa dan kerongkongan bagian bawah akibat tekanan di organ yang tinggi. Dampak dari kondisi ini yang disebut sebagai hipertensi portal termasuk pendarahan saluran cerna atas dan cairan dalam perut (asites). Kerusakan pada hati juga dapat mengurangi pembuatan cairan empedu yang dibutuhkan untuk pencernaan yang baik dan mengurangi kemampuan hati untuk menyimpan dan menguraikan bahan nutrisi yang dibutuhkan untuk hidup. Dampak lain dari hati yang rusak temasuk ketidakmampuan untuk menyaring racun dari aliran darah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan bahkan koma.

Ada lima virus yang diketahui mempengaruhi hati dan menyebabkan hepatitis yaitu HAV, HBV, HCV, virus hepatis delta (HDV, yang hanya menyebabkan masalah pada orang yang terinfeksi HBV), dan virus hepatitis E (HEV). Tidak ada virus hepatitis F. Virus hepatitis G (HGV) pada awal diperkirakan dapat menyebabkan kerusakan pada hati, tetapi ternyata diketahui sebagai virus yang tidak menyebabkan masalah kesehatan, dan virus ini sekarang diberi nama baru sebagai virus GB-C (GBV-C).

1. Hepatitis Tipe A

HAV merupakan anggota famili pikornavirus. HAV merupakan partikel membulat berukuran 27-32 nm dan mempunyai simetri kubik. Partikel ini mempunyai genom RNA beruntai tunggal dan linier dengan ukuran 7,8 kb. Walaupun ketika pertama kali diklasifikasikan sebagai enterovirus 72, urutan nukleotida dan asam amino HAV cukup jelas untuk memasukan virus ini menjadi genus pikornavirus yang baru, Heparnavirus.

Virus dapat dirusak oleh autoklaf (121⁰C selama 20 menit), pendidihan dalam air selama 5 menit, panas kering (180⁰C selama 1 jam), penyinaran ultra ungu (1 menit pada 1,1 watt), formalin (1:4000 selama 3 hari pada suhu 37C), atau oleh klor (10-15 ppm selama 30 menit). Resistensi relatif HAV terhadap cara disinfeksi menunjukan perlunya diambil tindakan pencegahan yang khusus dalam menangani penderita hepatitis dan produk-produknya.

Virus hepatitis A (HAV) menyumbang sekitar 150.000 dari 500,000-600,000 kasus baru hepatitis virus yang terjadi setiap tahun di Amerika Serikat. Hepatitis disebabkan oleh HAV adalah penyakit akut (hepatitis virus akut) yang tidak pernah menjadi kronis. Pada suatu waktu, hepatitis A disebut sebagai “hepatitis” karena dapat ditularkan dari orang ke orang seperti infeksi virus lainnya. Infeksi virus hepatitis A dapat menyebar melalui konsumsi makanan atau air, terutama di mana kondisi yang tidak sehat memungkinkan air atau makanan untuk menjadi terkontaminasi oleh kotoran manusia mengandung hepatitis A (fecal-oral modus penularan). Hepatitis A biasanya tersebar di antara anggota rumah tangga dan kontak dekat melalui perjalanan sekresi oral (ciuman intim) atau (miskin bangku cuci tangan). Ini juga adalah umum untuk memiliki infeksi menyebar ke pelanggan di restoran dan di antara anak-anak dan pekerja di pusat-pusat penitipan siang hari jika tindakan pencegahan mencuci tangan dan sanitasi yang tidak diamati.

Hepatitis A bersifat kurang merusak dibanding hepatitis virus yang lain. Hal ini karena jenis hepatitis ini jarang menimbulkan kerusakan liver yang menetap. Bahkan dalam beberapa minggu gejala akan hilang sama sekali dan orang yang telah terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.

Gejala

Tidak semua orang yang terinfeksi HAV akan mempunyai gejala. Misalnya, banyak bayi dan anak muda terinfeksi HAV tidak mengalami gejala apa pun. Gejala lebih mungkin terjadi pada anak yang lebih tua, remaja dan orang dewasa.

Gejala hepatitis A (dan hepatitis akut pada umumnya) dapat termasuk:

  • Kulit dan putih mata menjadi kuning (ikterus)
  • Kelelahan
  • Sakit perut kanan-atas
  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Demam
  • Mual
  • Mencret atau diare
  • Muntah
  • Air seni seperti teh dan/atau kotoran berwarna dempul
  • Sakit sendi

Infeksi HAV juga dapat meningkatkan tingkat enzim yang dibuat oleh hati menjadi di atas normal dalam darah. Sistem kekebalan tubuh membutuhkan sampai delapan minggu untuk mengeluarkan HAV dari tubuh. Bila timbul gejala, umumnya dialami dua sampai empat minggu setelah terinfeksi. Gejala hepatitis A umumnya hanya satu minggu, akan tetapi dapat lebih dari satu bulan. Kurang lebih 15 persen orang dengan hepatitis A mengalami gejala dari enam sampai Sembilan bulan. Kurang lebih satu dari 100 orang terinfeksi HAV dapat mengalami infeksi cepat dan parah (yang disebut ‘fulminant’), yang sangat jarang  dapat menyebabkan kegagalan hati dan kematian.

2. Hepatitis Tipe B

Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). HBV adalah virus nonsitopatik, yang berarti virus tersebut tidak menyebabkan kerusakan langsung pada sel hati. Sebaliknya, adalah reaksi yang bersifat menyerang oleh system kekebalan tubuh yang biasanya menyebabkan radang dan kerusakan pada hati.

Struktur dan komposisi: virion terdiri keseluruhan garis tengah 42 nm (nukleokapsid 18 nm), genom : satu molekul DNA untai-ganda, bentuk lingkar, BM 2,3 x 106; mengandung 32000 nukleotida. Satu untai mungkin mempunyai suatu celah sekitar 600-1200 nukleotida, yang dapat diperbaiki oleh suatu polimerase DNA endogen. Protein: dua polipeptida utama (satu terglikosilasi) terdapat pada HBsAg merupakan antigen permukaan hepatitis B, sejumlah besar antigen permukaan HBV dapat ditemukan dalam jumlah besar di dalam serum, dan satu polipeptida terdapat pada HBcAg, merupakan antigen inti hepatitis B. Stabilitas HBsAg tidak selalu sama dengan stabilitas penyabab infeksi. Namun keduanya stabil pada suhu -20 0 C selama lebih dari 20 tahun dan tahan terhadp pembekuan serta pencairan berulang-ulang. Virus juga than terhadap pemanasan 37 0 C selama 60 menit dan tetap hidup setelah dikeringkan dan dismpan pada suhu 25 0 C selama paling sedikit 3 minggu. HBV  (tetapi bukan HbsAg) peka terhadp suhu tinggi(100 0 C selama 1 menit) atau terhadp masa inkubasi yang lebih lama(60 0 C selam 10 jam) bergantung pada jumlah virus yang terdapat didalam contoh. HBsAg stabil pada pH 2,4 selama 6 jam, tetapi infektifitas HBV akan menghilang .

Selubungnya mengandung HBsAg dan lemak. Replikasi virus hepatitis B terjadi jika  virion menular dan melekat pada sel dan menjadi tidak terselebung. Dalam inti, sebagian genom virus beruntai ganda dialihkan menjadi DNA untai ganda sirkuler yang tertutup secara kovalen(cccDNA), cccDNA berfungsi sebagai cetakan untuk semua transkrip virus, termasuk RNA pre-genom 3,5 kb. RNA pre-genom menjadi terenkapsidasi dengan HBcAg yang baru disintesis. Dalam inti, sintesis polimerase virus melalui transkipsi balik salinan DNA untai negatif. Polimerase mulai mensintesis untai DNA positif, tetapi proses ini tidak lengkap. Inti mungkin bertunas dari sel, mendapatkan HBsAg yang mengandung selubung. Sebagai alternatif, inti dapat ditarik kembali kedalam nukleus dan memulai lagi rangkaian replikasi berikutnya dari sel yang sama.

Gejala

Tidak semua yang terinfeksi HBV mengalami gejala hepatitis. Antara 30 dan 40 persen orang terinfeksi virus ini tidak mengalami gejala apa pun. Gejala, bila ada, biasanya timbul dalam empat sampai enam minggu setelah terinfeksi, dan dapat berlangsung dari beberapa minggu sampai beberapa bulan. Gejala hepatitis B akut serupa dengan gejala infeksi HAV.  Beberapa orang yang mengalami gejala hepatitis B akut merasa begitu sakit dan lelah sehingga mereka tidak dapat melakukan apa-apa selama beberapa minggu atau bulan. Seperti dengan HAV, kurang dari 1 persen orang terinfeksi HBV dapat mengalami infeksi cepat dan berat (‘fulminant’); walaupun hal ini sangat jarang tetapi dapat menyebabkan kegagalan hati dan kematian. Bila sistem kekebalan tubuh tidak mampu mengendalikan infeksi HBV dalam enam bulan, gejala hepatitis B kronis dapat muncul. Tidak semua orang dengan hepatitis B kronis mengalami gejala. Beberapa orang kadang kala mengalami gejala yang hilang setelah beberapa waktu, sementara yang lain mengalami gejala terus-menerus. Gejala hepatitis B kronis dapat serupa dengan yang dialami dengan hepatitis B akut. Gejala ini cenderung ringan sampai sedang dan biasanya bersifat sementara. Gejala tambahan dapat terjadi, terutama pada orang yang sudah lama mengalami hepatitis B kronis. Gejala ini termasuk ruam, urtikaria (kaligata – rasa gatal yang berbintik-bintik merah dan bengkak), arthritis (peradangan sendi), dan polineuropati (semutan atau rasa terbakar pada lengan dan kaki).

3. Hepatitis Tipe C

Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus ini dapat mengakibatkan infeksi seumur hidup, sirosis hati, kanker hati, kegagalan hati, dan kematian. Belum ada vaksin yang dapat melindungi terhadap HCV, dan diperkirakan 3 persen masyarakat umum di Indonesia terinfeksi virus ini.

Kurang lebih setengah penderita HCV berkembang menjadi hepatitis kronis, dan tampaknya banyak dari kasus ini berlanjut menjadi sirosis. Di beberapa negara, seperti di Jepang, infeksi HCV sering menimbulkan karsinoma hepatoseluler. Kurang lebih 25000 orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit hati kronis dan sirosis di AS; HCV tampaknya menjadi penyumbang utama terhadap kejadian ini.

Virus hepatitis C termasuk dalam genus Hepacivirus dalam famili Flaviviridae. Virus ini memiliki genom RNA untai positif. Sifat unik virus ini adalah memiliki variasi genetik yang sangat banyak antara satu strain dengan strain yang lainnya (virus lain yang memiliki sifat unik ini adalah Torque Teno Virus). Diduga variasi genetik ini berkaitan dengan strategi virus ini dalam menghindari respon kekebalan tubuh.

Virus hepatitis C mempunyai amplop lemak, berbentuk sferis, dengan bangunan seperti paku yang menonjol keluar. Virus ini dalam pemeriksaan densitas gradien memberikan hasil yang bervariasi karena ikatannya dengan lipoprotein dan mungkin imunoglobulin. Virus hepatitis C biasanya menginfeksi dan bereplikasi di sel hati, namun beberapa data menunjukkan kemungkinan virus ini menginfeksi dan bereplikasi di luar sel hati. Infeksi virus ini pada manusia akan menyebabkan penyakit hepatitis (radang hati) dengan komplikasi yang paling ditakutkan adalah terjadinya kanker hati.

Merupakan virus ssRNA linier positif sense, ber-envelop, diameter 30-60 nm. Tidak tumbuh pada kultur sel, tetapi dapat menginfeksi simpanse dan menimbulkan viremia. Sifat virus dan penyakitnya mirip dengan Hepatitis B. Masa inkubasi 6-8 minggu.

Ada 2 jenis virus hepatitis C :
1. Strain M, resisten terhadap cholofrom, terdapat pada sel inti menusia.
2. Strain F, sensitif terhadap cholofrom, didapatkan pada binatang percoban.

Mekanisme

Hati yang normal halus dan kenyal bila disentuh. Ketika hati terinfeksi suatu penyakit Hepatitis C, hati menjadi bengkak. Sel hati mulai mengeluarkan enzim alanin aminotransferase ke darah. Dengan keadaan ini dokter dapat memberitahu anda apakah hati sudah rusak atau belum. Bila konsentrasi enzim tersebut lebih tinggi dari normal, itu adalah tanda hati mulai rusak. Sewaktu penyakit hati berkembang, perubahan dan kerusakan hati meningkat.

1.     Fibrosis.
Setelah membengkak, hati mencoba memperbaiki dengan membentuk bekasluk atau parut kecil. Parut ini disebut “fibrosis”, yang membuat hati lebih sulit melakukan fungsinya. Sewaktu kerusakan berjalan, semakin banyak parut terbentuk dan mulai menyatu, dalam tahap selanjutnya disebut “sirosis”’

2.     Sirosis.
Kerusakan yang berulang, area besar hati yang rusak dapat menjadi permanen dan menjadi koreng. Darah tidak dapat mengalir dengan baik pada jaringan hati yang rusak. Hati mulai menciut dan menjadi keras. Penyakit Hepatitis C kronis biasanya dapat menyebabkan sirosis sama seperti kelebihan mengkonsumsi minuman beralkohol.

3.     Fungsi hati rusak.

Sewaktu sirosis bertambah parah, hati tidak dapat menyaring kotoran, racun, dan obat yang ada dalam darah. Hati tidak lagi dapat memproduksi “clotting factor” untuk menghentikan pendarahan. Cairan tubuh terbentuk pada abdomen dan kaki, pendarahan pada usus sering terjadi, dan biasanya fungsi mental menjadi lambat. Pada titik ini, transplantasi hati adalah pilihan satu-satunya.

4.     Kanker hati.

Kadang kala kerusakan sel hati diikuti dengan perubahan gen sel yang mana dapat menjadi kanker. Pasien Hepatitis C kronis memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita “hepatocellular carcinoma”, suatu tipe tumor hati.

Gejala hepatitis C

Hanya satu dari empat orang mengalami gejala saat pertama terinfeksi hepatitis C. Banyak orang dengan hepatitis C kronis juga tidak mengalami gejala penyakit hati. Artinya, mereka tidak merasa atau kelihatan sakit. Bila terjadi, gejala biasanya ringan, tidak sangat khusus, cenderung bersifat sementara, dan mirip dengan gejala yang dialami dengan hepatitis C akut. Bila infeksi HCV menyebabkan kerusakan yang parah pada hati dan/atau sirosis, gejala bisa terjadi atau memburuk. Selain kelelahan, gejala ini dapat termasuk hilang nafsu makan, mual, sakit kepala, demam, muntah, sakit kuning, kehilangan berat badan, gatal, depresi, suasana hati berubah-ubah, bingung, sakit pada otot dan sendi, sakit perut, dan pembengkakan pada pergelangan kaki dan perut membuncit.

4. Hepatitis Tipe D

Virus Hepatitis D (HDV,virus delta) merupakan virus RNA berukuran 35-37 nm yang tidak biasa karena membutuhkan HBsAg untuk berperan sebagai lapisan luar partikel yang infeksius. Sehingga hanya penderita positif HBsAg yang dapat terinfeksi HDV. Penularan terjadi terutama melalui serum, dan di Amerika Serikat penyakit ini terutama menyerang pengguna obat melalui intravena. Sepertiga atau dua pertiga dari individu yang memiliki HBV (positif HBV) juga memiliki anti-HDV (positif anti-HDV). Masa inkubasinya diyakini menyerupai HBV yaitu sekitar 1 hingga 2 bulan. Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat. Delta agent merupakan virus yang tidak sempurna yang dapat berada bersama-sama pada proses replikasi virus hepatitis B. Delta agent ini banyak dijumpai pada penderita yang banyak menerima transfuse darah, penerima obat-obatan melalui intravena, dan orang yang berhubungan erat dengan penderita.

5. Hepatitis Tipe E

HEV adalah suatu virus RNA untai-tunggal byang kecil berdiameter kurang lebih 32-34 nm dan tidak berkapsul. HEV adalah jenis hepatitis non-A, non-B yang ditularkan secara enterik melalui jalur fekal-oral. Sejauh ini, dapat dilakukan pemeriksaan serologis untuk HEV menggunakan pemeriksaan imun enzim yang dikodekan secara khusus. Metode ini telah berhasil membedakan aktivitas antibodi terhadap HEV dalam serum. Penyakit ini paling sering menyerang usia dewasa muda sampai pertengahan dengan angka mortilitas sebesar 1- 2% dalam populasi umum dan memiliki angka mortilitas yang sangat tinggi (20%) pada wanita hamil. Adapun penyebarannya melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh virus ini. Virus ini menurut sumber diatas lebih mudah menyebar pada daerah yang memiliki sanitasi yang buruk.

Gejala

Tanda-tanda orang yang terkena hepatitis E ini mengalami gejala-gejala lebih sering dimiliki orang dewasa dari pada anak-anak. Jika ada, gejala biasanya muncul secara tiba-tiba, seperti demam, rasa letih, hilang nafsu makan, rasa mual, sakit perut, air seni berwarna tua, warna kekuningan pada mata dan kulit. Penyakit Hepatitis E terjadi lebih parah pada wanita hamil, terutama pada 3 bulan terakhir masa kehamilan. Masa inkubasi hepatitis E rata-rata 40 hari (rentang: 15-60 hari). Diagnosa jika terjangkit virus ini apabila anda tidak terdiagnosa oleh Hipatitis A,B,dan C.

  1. #1 by 08-098 on December 26, 2010 - 4:22 pm

    maaf pak hady potingan yang mana yuah yang harusnya kita diskusikan?

  2. #2 by 08-098 on December 26, 2010 - 4:30 pm

    kalau yang ini yang didiskusikan saya ingin bertanya dengan temen-teman dan pak hady :
    1. apakah orang yang sudah diberi vaksin tetap bisa terkena hepatitis ?
    2. seberapa efektif pemberian vaknin tersebut untuk pencegahan?
    3. apahkah pada manusia bisa diberi vaksin hepatitis lebih dari sekali dalam hidupnya misalnya setelah orng tersebut terkena hepatitis?
    4. manifestasi seperti apakah yg membedakan hepatitis A dan B?
    5.Apakah hepatitis A tetap memerlukan pengobatan? apakah obat hanya untuk menangani symtomnya saja?

    mohon diberi tanggapannya pada beberapa pertanyaan saya.
    terimakasih

  3. #3 by muhammad iqra alva on December 26, 2010 - 5:29 pm

    08613105

    berhubung saya yang pertama memberi komentar jadi saya PERTAMAX

    back to topik

    dulu paman saya terkena hepatitis B yg mana pada gejala awal paman saya sering terkena maag
    nah yang ingin saya tanyakan adalah kira2 apa hubungan antara penyakit maag dengan hepatitis B tadi,mekanismenya seperti apa?

  4. #4 by 08613109 on December 26, 2010 - 8:59 pm

    apakah ini makalah dari bahan diskusi ?yang saya tanyakan tugas dari tugas ini apakah hepatitis hanya dsebabkan oleh virus ? apakah tidak ada klasifikasi bakteri yng menyebabkan dan bagaimana cara pencegahan dari hepatitis ?

  5. #5 by 08613135 on December 26, 2010 - 10:40 pm

    Menurut saya,, Diantara seluruh Hepatitis yakni hepatitis B & C yang kronis dan akut karena infeksi hati yang berpotensi mengancam jiwa. Virus hepatitis B (VHB) termasuk virus yang “bandel” karena dapat bertahan hingga satu minggu di permukaan pada suhu kamar. Virus ini juga sangat mudah menular 100 kali lebih mudah menular dibandingkan HIV. Dimana, VHB umumnya hidup dalam darah, patut diwaspadai risiko penularan melalui transfusi, jangan sampai terpapar darah atau produk darah yang sudah terinfeksi VHB.Sama halnya VHB, virus hepatitis C (VHC) menyebar melalui kontak langsung dengan darah atau produk darah. Jalur utama infeksi virus hepatitis C adalah melalui transfusi darah dan pemakaian jarum suntik yang tidak steril secara bergantian.

  6. #6 by hadyherbs on December 27, 2010 - 9:09 am

    Mohom maaf adek2 semua, makalah yang didiskusikan sebenarnya adalah makalah tentang penyakit TBC dan penyakit Ensefalitis. Tapi kalo mau berdiskusi disini juga tidak masalah tetap akan kita bahas,,

  7. #7 by hadyherbs on December 27, 2010 - 9:12 am

    Karena masalah teknis ,makalahnya baru bisa di upload hari ini. Dimohon untuk kelompok yang belum mengirim makalahnya untuk segera dikirimkan ke email hady_anshory@yahoo.com. Terima kasih..,

  8. #8 by 08613213 on December 27, 2010 - 10:00 am

    pada makalah disebutkan Bila timbul gejala, umumnya dialami dua sampai empat minggu setelah terinfeksi. Gejala hepatitis A umumnya hanya satu minggu, akan tetapi dapat lebih dari satu bulan. Kurang lebih 15 persen orang dengan hepatitis A mengalami gejala dari enam sampai Sembilan bulan. jadi umumnya gejala itu timbul berapa lama?dan apa yang menyebabkan perbedaan lama atau sebentarnya gejala itu?

  9. #9 by hadyherbs on December 27, 2010 - 11:08 am

    Memang secara umum gejala akan muncul setelah satu minggu, tapi itu sangat tergantng dari kondisi tubuh penderita. bila sistem imun tubuhnya dalam kondisi yang baik, maka membutuhkan waktu lebih dari satu minggu untuk munculnya gejala, namun bila sistem imun tubuhnya kurang fit maka dalam waktu satu minggu rata-rata sudah dapat menunjukkan gejala hepatitis.

  10. #10 by 08613133 on December 27, 2010 - 11:36 am

    1.bagai mana cara menjaga kesehatan orang yang terkena hepatitis?
    2.pada orang yang tekena penyakit hepatitis ini mengapa merasa lelah?
    3.dan bagaimna cara penanggulangannya?
    4.dan bagaimana cara pengobatan yang baik untuk menangani penyakit hepatitis tersebut?
    terima kasih

  11. #11 by 08613152 on December 27, 2010 - 10:27 pm

    tadi dikatakan bahwa hepatitis A tidak dapat menjadi hepatitis kronik, tapi apakah hepatitis B berpotensi untuk berubah menjadi hepatitis C atau D??

  12. #12 by Devora Lackman on January 1, 2011 - 9:43 pm

    The most difficult thing is to find a blog with unique and fresh content but i think you offer something different. Keep it like this.

  13. #13 by Leonia Gaglione on January 2, 2011 - 12:37 am

    Most of the blogs online are pretty much the same but i think that your blog can be an exception. Bravo !

  14. #14 by natural fibromyalgia reliefnatural chronic relief on April 28, 2011 - 2:40 am

    My friend has been in bad pain from arthritis. Kratom Capsules have helped him get is quality of life back. I am very glad to see such a great natural alternative to hydrocodone available..

  15. #15 by ostracized on April 28, 2011 - 6:02 am

    Great – I should definitely say I’m impressed with your website. I had no trouble navigating through all the sections as well as related info. It ended up being truly easy to access. Nice job Guys.

  16. #16 by professional indemnity insurance company on April 28, 2011 - 9:03 pm

    I think other web site owners should take this web site as an model – very clean and fantastic style and design, not to mention the content. You are an expert in this topic!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: